Keran yang Keren

Keran, benda yang satu ini pasti selalu ada di setiap rumah modern karena fungsinya yang beragam. Di bawah keran anda bisa mencuci tangan, mencuci kaki, mengisi ember, mengisi bak, minum langsung, atau disambung dengan selang untuk menyiram.Untuk memfungsikan keran bisa bermacam-macam, ada yang tuasnya digeser, diangkat, dan ditekan.

Di NTT air memang tidak dengan mudah didapat, harus penuh dengan perjuangan. Kita tidak bisa tinggal pergunakan keran lalu air dengan mudah mengalir. No, sebagian orang disini lebih banyak mengambil air dari sumur, termasuk saya yang harus berolahraga sebelum mandi atau Buang air. Bahkan ada yang sumber airnya dari tampungan air hujan. Bayangkan, begitu susahnya mendapatkan air sampai-sampai salah satu produsen air mineral terbesar di Asia Tenggara memberikan bantuan saluran air di NTT. Maka bersyukurlah anda yang sekarang sedang enak-enaknya berendam di bak mandi yang ukurannya besar karena satu bak anda bisa saya pakai untuk mandi 3 kali.

Kembali ke topik keran, pastinya keran jarang anda temukan dengan kondisi yang seperti ini di NTT. Di kos saya keran hanya berfungsi 2 hari dalam seminggu karena air PAM hanya mengalir pada Senin dan Rabu, ada jadwal rutinnya. Balik lagi masalah keran, apakah anda pernah melihat keran yang diinjak? beginilah orang NTT membuat keran versinya sendiri:



Kreatif tak perlu rumit, lihat saja hasil karya di atas.Dengan segala keterbelakangan dan keterbatasannya mereka membuat keran sederhana yang keren. Kita belajar dari SD sampai SMA tentang IPA, kita hanya belajar tetapi mereka mampu mengamalkannya. Saya sampai punya satu ide, bagaimana kalau di kamar mandi dibuat yang seperti ini dalam skala yang lebih besar. Jadi tinggal injek kan langsung byur gausah make gayung, ya toh?

SALAM DAERAH TERPENCIL

1 comment

Powered by Blogger.