Film India Itu gak Norak (bahkan kreatif)

Cale Chaiya Chaiya Chaiya Chaiya, tentunya potongan lirik lagu India itu menggema dimana mana belakangan ini karena kelihaian Briptu Norman dalam menirukannya. Lagu yang dibawakannya adalah salah satu lagu di dalam sebuah film Dil Se yaitu sebuah film lama India yang dibintangi oleh Shahrukh Khan . Bagi saya, lagu itu sangat tidak asing di telinga, ketika orang bertanya-tanya itu lagu india apa tetapi tidak dengan saya. Ingatan saya atau tepatnya kenangan saya terusik dan langsung mengingat sahabat saya sewaktu SD yang bersama-sama dengan saya menggandrungi film dan lagu India sewaktu SD dulu.

Saya sangat tidak malu mengakui bahwa saya adalah penggemar film India terutama yang dibintangi oleh Shahrukh Khan. Apapun filmnya yang penting dibintangi oleh Shahrukh Khan karena saya sangat tergila-gila dengan akting Shahrukh Khan dalam film “Kuch Kuch Hota Hai” sehingga dulu saya dan teman saya saat itu berinisiatif mencari film Shahrukh Khan lain dan saya juga sangat ingat bagaimana kita menirukan lagu-lagu India pada saat itu plus membicarakan film si Shahrukh Khan tentang bagaimana cerita, alur, dan kekonyolan sang bintang. Memang jika anda perhatikan Shahrukh Khan memiliki akting yang khas pada setiap filmnya, bisa anda cek jika anda tidak percaya pada tulisan saya. Dia konyol, mendekati wanita yang disukainya dengan cara humor dan tidak basi, plus serius kalau emang lagi serius, tabiat idola saya ini yang mungkin juga membentuk karakter saya saat ini karena saya humoris, apalagi saat PDKT dengan gadis yang saya sukai tetapi serius kalau memang waktunya, caelah.

Balik ke film India, apakah anda suka menontonnya atau menggemari salah satu bintangnya? jika tidak ya tidak apa-apa karena itu cuma masalah selera. Tetapi banyak yang beranggapan bahwa film India itu katrok karena kebanyakan joget dan polisinya selalu datang belakangan (hahaha). Saya sebagai mantan penggemar film India, walaupun sekarang jarang mengikuti, ingin membagi cerita film India yang kreatif dan sebenarnya anda menganggap katrok karena tidak mau mencoba menontonnya. Ini sekaligus kenangan saya semasa kecil dan sekaligus rasa terima kasih saya terhadap tontonan film india yang sudah menghibur saya di jaman SD dulu.

Kuch Kuch Hota Hai

Film yang menguras air mata dan mempermainkan perasaan, menceritakan 3 orang sahabat yang bertemu di sebuah kampus dan akhirnya terjadi cinta segitiga, kalau tidak salah namanya Rahul, Anjali, dan Tina. Rahul dan Tina akhirnya menikah dan meninggalkan sakit hati kepada Anjali yang cintanya tidak dibalas oleh Rahul padahal dialah yang mengenal Rahul lebih dulu ketimbang Tina. Tina akhirnya meninggal saat melahirkan anaknya, lalu ia memberikan surat kepada anaknya agar menyatukan kembali Rahul dan Anjali. Ceritanya memang tidak sesimpel yang saya gambarkan karena terdapat banyak konflik di dalamnya. Salah satunya seperti bagaimana caranya menyatukan Anjali dan Rahul karena Anjali sendiri telah memiliki tunangan, lalu bagaimana caranya membangun “chemistry” antara Rahul dan Anjali.

Moral: Film ini berhasil membuat saya sedih (walaupun tidak menangis) karena melihat usaha Rahul yang mencari cinta sejatinya sampai titik akhir. Dulu mungkin saya tidak bisa memetik moralnya tetapi sekarang saya mengerti sesuatu. Jodoh ada di tangan Tuhan, sebagaimanapun keadaan kita jika memang saatnya maka kita akan dipertemukan seseorang yang akan menemani kita sampai mati, jadi ikutilah jalan nasib sambil tentunya bersaha. Okelah ini bukan moral yang bagus untuk dipetik namun jika anda menjadi seorang lajang perantauan seperti saya yang sampai saat ini tidak menemukan gadis yang tepat maka memang film ini adalah jawaban dari segala kegundahan saya, hehehe.

Yess Boss

Bercerita tentang seorang bawahan yang selalu taat dengan perintah bosnya. Sampai suatu saat bosnya ingin selingkuh dengan seorang wanita lain dan wanita yang diselingkuhinya tidak boleh tahu bahwa ia sudah memiliki istri dan anak. Si bawahan ini diperintahkan untuk mengatur agar selingkuhannya tidak mengetahui kebusukan si bos agar hubungannya tidak hancur.



Si bawahan ini tentu selalu menjawab semua perintah atasannya dengan kalimat “Yess Boss”. Sampai suatu ketika ia diperintahkan untuk menemani si wanita, akhirnya malah ia yang jatuh cinta. Tetapi karena ketaatannya pada bos, maka ia memendam dalam-dalam perasaannya terhadap wanita itu.

Moral : Sebegitu nurutnya si Shahrukh Khan sama bosnya, ia sampai memendam dalam-dalam hasratnya untuk melakukan keinginannya sendiri. Walaupun endingnya bahagia namun moralnya bisa dilihat dari 2 sudut pandang. Dari sudut pandang si bos yaitu janganlah memerintahkan hal yang tidak baik kepada bawahan untuk keuntungan sendiri sehingga nanti bawahan yang selalu jadi kambing hitam (ikan besarnya sembunyi biar ga ketangkep, hahaha) dan dari sudut pandang bawahan, pilah-pilahlah perintah bos dan jangan asal nurut, jika salah maka kalau bisa ingatkanlah si Bos.

Duplicate

Shahrukh Khan berperan sebagai seorang koki masak yang sangat sayang dengan ibunya. Sampai suatu ketika bencana terjadi karena muka si Shahrukh Khan sama persis dengan muka seorang kriminal berbahaya di India. Celakanya si kriminal mengetahui kesamaannya ini dengan si koki yang akhirnya membawa si koki dalam malapetaka besar. Si Koki dan si kriminal secara tidak sengaja bertukar peran dan akhirnya menyeret sang ibu dan pacar dalam penyanderaan si Preman.



Moral : Dari awal film sampai akhir film dibumbui dengan humor yang lucu tetapi yang saya bisa petik adalah bagaimana rasa sayang Sharukh Khan ke ibunya karena di dalam setiap kesempatan ia selalu mengatakan bahwa ia tidak ingin kehilangan sosok seorang Ibu (Bapaknya diceritakan sudah meninggal dunia sedari ia kecil). Di akhir cerita ditunjukkan bagaimana wujud rasa sayang yang sebenarnya ketika Si Koki dan Preman berbalut tepung dan membuat polisi plus ibunya kebingungan untuk memilih manakah si Koki asli yang akhirnya bisa diselesaikan dengan rasa kasih sayang si Koki terhadap ibunya.

Phir Bil Dil Hai Hindustani

Ini adalah salah satu film Shahrukh Khan yang saya sukai namun tidak menuai keuntungan banyak di negaranya sendiri. Ajay Bakshi seorang reporter dan wartawan yang terkenal karena berita-beritanya yang selalu bagus. Sampai suatu ketika ia ditugasi untuk mewawancarai seorang narapidana yang membunuh seorang Menteri. Setelah ditelisik ternyata motif pembunuhan Menteri ini adalah karena anak Narapidana tersebut diperkosa oleh Menteri plus sang Menteri tidak bertanggungjawab ketika anaknya hamil. Akhirnya anak sang anak Narapidana bunuh diri karena tidak kuat menanggung malu. Tetapi pemerintah berusaha menutup nutupi berita ini karena ketika Ajay ingin membuat liputannya, kaset rekaman malah disita pemimpin redaksi akibat tekanan dari pemerintah. Ajay berusaha untuk merebut kembali kasetnya namun pemerintah malah makin licik dengan menjatuhi sang Narapidana hukuman gantung plus waktunya pun sangat cepat. Disilah Ajay Bakshi harus berpikir keras untuk menyuarakan pada masyarakat tentang kebenaran.



Moral : Masih perlukah saya jelaskan? korporatokrasi media sudah tidak aneh lagi di Negeri ini. Beberapa media cenderung menyembunyikan sisis negatif dari seorang figur, golongan, dan fakta yang terjadi. Bahkan beberapa media malah menjadi persaingan antar golongan dan bukannya menjadi pihak netral yang mengawasi kepemerintahan.

Three Idiot

Terakhir, saya sangat sarankan menonton film yang satu ini terutama jika anda adalah seorang remaja yang mencari jatidiri. Bercerita tentang 3 orang Mahasiswa yang kuliah di salah satu kampus teknik terhebat di India. Namun terdapat perbedaan diantara ketiga pemuda tersebut, ada yang kuliah demi menikahkan adiknya dan menaikkan taraf hidup keluarganya yang miskin (banget) sehingga ia selalu diliputi ketakutan untuk gagal, ada yang terpaksa karena orangtuanya memaksanya masuk padahal ia lebih suka bidang fotografi, dan terakhir seorang anak jenius yang memang menyenangi ilmu dan tidak mengejar prestasi. Segala konflik anak muda dan perkuliahan dikemas dengan baik di film ini sehingga saya berani memberikan angka 10 dari 10 poin maksimal. Film ini benar-benar menghibur sekaligus mendidik dan tidak mengada-ada.



Moral : Be Yourself, jadilah yang anda inginkan dan jangan menjadi apa yang orang inginkan. Ketika anda berminat di olahraga lakukanlah, ketika anda berminat di bidang seni maka dalamilah, ketika anda ingin menjadi penulis ya menulislah. Saya jadi ingat ketika banyak lulusan SMA yang menganggap masuk Informatika itu sangat keren sehingga mereka berbondong bondong masuk Jurusan yang mereka anggap “keren” ini. Salahkah? tidak, tetapi mereka sudah menyisihkan “passion” mereka demi dianggap “keren” oleh orang lain, ya kan?

Sepertinya saya tidak akan menceritakan lebih banyak lagi film India karena selain capek nulis, nanti saya dikira agen iklan film Bolywood di Indonesia. Yang bisa kita petik adalah Industri film Bolywood memiliki karakteristik sendiri dan ceritanyapun bervariasi. Filmnya bahkan bisa memberi inspirasi, menggugah semangat, dan menyadarkan jiwa. Film-film seperti inilah yang diharapkan mampu dimunculkan di Indonesia dan bukan hanya sekedar menjual pocong, kuntilanak, bintang porno, dan seabrek hal-hal konyol lainnya.

Hidup Perfilman Indonesia!!

No comments

Post a Comment

Powered by Blogger.